Mengenal Das Sollen dan Das Sein: Memahami Hukum antara “Seharusnya” dan “Kenyataan”

14 September 2026 16:55 668 views Admin Universitas Murni Teguh Pengumuman
Mengenal Das Sollen dan Das Sein: Memahami Hukum antara “Seharusnya” dan “Kenyataan”

Mengenal Das Sollen dan Das Sein: Memahami Hukum antara “Seharusnya” dan “Kenyataan”

Medan — Dalam mempelajari ilmu hukum, mahasiswa tidak hanya dituntut memahami peraturan perundang-undangan, tetapi juga mampu melihat hubungan antara hukum yang seharusnya berlaku (das sollen) dan kenyataan hukum yang terjadi dalam kehidupan masyarakat (das sein). Pemahaman terhadap kedua konsep ini menjadi dasar penting dalam membangun kemampuan berpikir kritis dan analitis seorang mahasiswa hukum.

Menurut Prof. Sudikno Mertokusumo dalam bukunya Mengenal Hukum: Suatu Pengantar, Das Sollen merupakan kenyataan normatif atau sesuatu yang seyogianya dilakukan, sedangkan Das Sein merupakan kenyataan alamiah atau peristiwa konkret yang benar-benar terjadi.

Dengan demikian, secara sederhana dapat dipahami:

  • Das Sollen → Apa yang seharusnya terjadi berdasarkan norma hukum.
  • Das Sein → Apa yang benar-benar terjadi dalam kenyataan.

Mengapa Penting bagi Mahasiswa Hukum?

Bagi mahasiswa hukum, memahami das sollen dan das sein bukan sekadar menghafal istilah dalam teori hukum. Kedua konsep tersebut membantu mahasiswa melihat apakah ketentuan hukum yang berlaku telah berjalan sebagaimana mestinya dalam kehidupan masyarakat.

Sebagai contoh, suatu peraturan dapat menentukan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memperoleh perlakuan yang adil. Ketentuan tersebut merupakan das sollen. Namun, apabila dalam praktik masih ditemukan perlakuan yang tidak adil, maka kondisi tersebut merupakan bagian dari das sein.

Di sinilah mahasiswa hukum dituntut untuk mampu menganalisis kesenjangan antara norma dan kenyataan, sekaligus memahami faktor-faktor yang menyebabkan hukum belum sepenuhnya terwujud dalam praktik.

Pandangan Edo Maranata Tambunan, S.H., M.H

Dosen Hukum Tata Negara Universitas Murni Teguh, Edo Maranata Tambunan, S.H., M.H., memandang bahwa pemahaman das sollen dan das sein merupakan salah satu fondasi penting dalam membentuk pola pikir mahasiswa hukum.

“Das Sollen memberikan gambaran mengenai apa yang seharusnya diwujudkan berdasarkan norma hukum, sedangkan Das Sein menunjukkan bagaimana hukum tersebut benar-benar hadir dalam kenyataan. Mahasiswa hukum harus mampu membaca keduanya secara objektif agar tidak berhenti pada pemahaman normatif, tetapi juga mampu melihat persoalan hukum dalam konteks kehidupan masyarakat.”

Lebih lanjut, menurutnya, kemampuan melihat hubungan antara das sollen dan das sein akan membantu mahasiswa mengembangkan legal reasoning.

“Seorang mahasiswa hukum perlu membiasakan diri bertanya: apa yang diatur oleh hukum, bagaimana hukum tersebut diterapkan, dan apakah penerapannya telah sesuai dengan tujuan hukum. Dari proses inilah kemampuan berpikir kritis dan argumentasi hukum dapat berkembang.”

Dari Teori Menuju Analisis Hukum

Pemahaman das sollen dan das sein pada akhirnya mengajarkan mahasiswa bahwa hukum tidak hanya terdapat di dalam buku dan peraturan perundang-undangan, tetapi juga hidup dan bekerja di tengah masyarakat.

Karena itu, mahasiswa Program Studi Hukum Universitas Murni Teguh diharapkan mampu menjadikan setiap pembelajaran sebagai ruang untuk menghubungkan teori, norma, praktik, dan realitas sosial.

Pahami hukumnya. Analisis kenyataannya. Temukan kesenjangannya. Dan pikirkan solusi hukumnya.

Das Sollen berbicara tentang apa yang seharusnya.
Das Sein berbicara tentang apa yang terjadi.
Mahasiswa hukum hadir untuk memahami keduanya. ⚖️

Program Studi Hukum Universitas Murni Teguh
Berilmu • Berkarakter • Berdampak