Emas di Ujung Jari: PT Pegadaian Ungkap Peluang dan Tantangan Investasi Digital dalam Kuliah Pakar UMT

26 August 2026 11:10 24 views Admin Universitas Murni Teguh Berita Utama
Emas di Ujung Jari: PT Pegadaian Ungkap Peluang dan Tantangan Investasi Digital dalam Kuliah Pakar UMT

Emas di Ujung Jari: PT Pegadaian Ungkap Peluang dan Tantangan Investasi Digital dalam Kuliah Pakar UMT

MEDAN – Universitas Murni Teguh kembali menghadirkan ruang pembelajaran yang inspiratif dan relevan dengan perkembangan zaman melalui penyelenggaraan Kuliah Pakar bertema “Transformasi Investasi Emas di Era Digital: Peluang atau Tantangan”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 16 Oktober 2024 di Auditorium Universitas Murni Teguh ini diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa dari berbagai program studi dengan antusiasme yang tinggi.

Kuliah pakar menghadirkan dua narasumber dari PT Pegadaian Kantor Wilayah I Medan, yakni Johannes Nanang Hartanto selaku Deputy Bisnis Area Medan 2 dan Yogie Pratama, S.Kom., M.M. selaku SPV MO Area Medan 2. Kehadiran para praktisi industri ini memberikan wawasan yang komprehensif mengenai perkembangan investasi emas di tengah transformasi digital yang semakin pesat.

Dalam pemaparannya, Johannes Nanang Hartanto menjelaskan bahwa emas masih menjadi salah satu instrumen investasi yang paling diminati masyarakat karena memiliki nilai yang relatif stabil dan mampu berfungsi sebagai aset pelindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat berinvestasi. Jika dahulu investasi emas identik dengan pembelian fisik dan penyimpanan konvensional, kini masyarakat dapat berinvestasi dengan lebih mudah melalui berbagai platform digital yang aman, praktis, dan terjangkau.

Menurutnya, digitalisasi telah membuka akses investasi yang lebih luas kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk generasi muda yang semakin akrab dengan teknologi. Inovasi layanan investasi digital memungkinkan masyarakat untuk mulai berinvestasi dengan nominal yang relatif kecil tanpa harus mengurangi aspek keamanan dan legalitas investasi tersebut.

Sementara itu, Yogie Pratama, S.Kom., M.M. mengulas berbagai inovasi layanan digital yang telah dikembangkan PT Pegadaian dalam mendukung peningkatan literasi keuangan masyarakat. Ia menegaskan bahwa kemudahan akses investasi harus diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai manajemen risiko, keamanan transaksi digital, serta kemampuan dalam memilih instrumen investasi yang sesuai dengan kebutuhan dan tujuan keuangan masing-masing individu.

Selain membahas peluang yang ditawarkan oleh perkembangan teknologi, para narasumber juga mengingatkan peserta mengenai berbagai tantangan yang muncul di era digital, seperti maraknya investasi ilegal, penipuan berbasis teknologi, serta rendahnya literasi keuangan di sebagian masyarakat. Oleh karena itu, edukasi dan pemahaman yang memadai menjadi kunci penting agar masyarakat mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dan produktif dalam membangun masa depan finansial yang lebih baik.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertanyaan yang diajukan oleh peserta mengenai prospek investasi emas, strategi pengelolaan keuangan pribadi, perkembangan industri keuangan digital, hingga peluang investasi bagi generasi muda. Diskusi yang dinamis tersebut menunjukkan tingginya minat sivitas akademika Universitas Murni Teguh terhadap isu-isu ekonomi dan investasi yang berkembang di era transformasi digital.

Melalui kegiatan ini, Universitas Murni Teguh berharap dapat meningkatkan literasi keuangan, memperluas wawasan peserta mengenai perkembangan investasi digital, serta membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang cerdas dan berkelanjutan. Kuliah pakar ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan dunia industri dalam menghadirkan pembelajaran yang kontekstual, aplikatif, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat modern.

Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan literasi keuangan dan edukasi masyarakat, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) melalui penguatan pemahaman investasi yang produktif dan berkelanjutan, serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri dalam pengembangan pengetahuan dan kompetensi masyarakat.

Penulis: Edo Maranata Tambunan, S.H., M.H.
Editor: Tim Publikasi Prodi Hukum UMT
Sumber: Prodi Hukum UMT Press